Thursday, April 9, 2009

MEMPELAJARI BAHAN KIMIA DI RUMAH bagian II

Apakah kalian telah mendapatkan banyak contoh-contoh lain dari bahan kimia di rumah? Untuk mempermudah menemukannya, kalian dapat mencari bahan-bahan itu sesuai penggolongannya. Sebagai contoh, di bidang kosmetika, hidrogen peroksida, H2O2. Bahan makanan dan minuman, susu adalah emulsi antara lemak susu dan air dengan kasein, suatu protein sebagai pengemulsi. Nasi mengandung zat tepung (amilum) yang merupakan salah satu jenis karbohidrat, yaitu polisakarida, polimer dari glukosa, (C6H10O5)n. Telur, tahu, tempe dan jenis makanan lain yang mengandung protein, yaitu suatu polimer dari asam alfa amino yang bersifat amfoter. Lemak hewan yang merupakan gliserida, yaitu ester alkohol polivalen, contohnya gliserol tristearat dan gliserol tripalmitat. Minyak nabati yang juga merupakan gliserida, namun mengandung asam lemak tak jenuh, sebagai contoh gliserol trioleat. Buah jeruk mengandung asam sitrat.

Masih banyak lagi bahan kimia yang telah kalian kenal, kalian gunakan, dan bahan-bahan kimia yang hampir tak pernah kalian perhatikan keberadaannya atau tak terlintas untuk memikirkannya. Sedangkan jika buku pelajaran kimia dibuka dan dibaca topik demi topik, konsep demi konsep, banyak pengetahuan yang harus kalian pelajari dan sering ditanyakan diujian, namun kalian hanya belajar secara teori. Suatu ilmu pengetahuan yang ditemukan melalui hal-hal yang nyata, akhirnya menjadi teori yang sangat abstrak. Karena molekul-molekul atau ion-ion yang terdapat dalam suatu zat kimia dan tidak tampak oleh mata, seharusnya dapat dipelajari melalui gejala yang ditimbulkannya, namun hal itu ditinggalkan. Hanya dihafalkan teorinya, tanpa alasan yang konkrit. Tentu saja ilmu itu menjadi makin sulit, karena hanya dibayangkan saja, tidak dipraktikkan. Seperti halnya dengan “Learning something about nothing” You learn something that you can not see, the molecules, the ions, nobody can see all of these things. So, why you did like that? Please, do something, observe the things around you, do the simple experiment, you can use chemistry at home, chemistry in everday life. Okey? Excelent, please do the best! Hopefully, you will find that chemistry will be easy. You will enjoy learning chemistry. Chemistry is science in everyday life.

MEMPELAJARI BAHAN KIMIA DI RUMAH Bagian I

Banyak sekali bahan kimia di rumah yang dapat digunakan untuk mempermudah belajar kimia. Sifat-sifat bahan tersebut dapat diamati langsung, karena bahan itu digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Percobaan untuk mempelajari bahan-bahan kimia tersebut dapat dilakukan dengan mudah, pada setiap kesempatan.

Contoh bahan kimia di rumah adalah air, garam dapur, gula, cuka, madu, sabun, alkohol, aseton, pembersih porselein, pemutih, kapur, gamping, soda kue, urea, air aki, tawas, kaporit. Masih banyak lagi contoh bahan kimia di rumah. Walaupun tidak setiap rumah terdapat bahan kimia yang tercantum pada contoh di atas, namun bahan-bahan itu memang sudah banyak dikenal dan digunakan orang dan tersedia di rumah-rumah.

Rumus kimia dari air H2O, garam dapur NaCl, gula C12H22O11, cuka CH3COOH, alkohol C2H5OH, aseton CH3COCH3, bahan pemutih mengandung NaOCl, kapur CaCO3, gamping CaO, soda kue NaHCO3, urea CO(NH2)2, kaporit Ca(OCl)2.

Diantara bahan-bahan kimia di atas, ada yang berupa zat murni dan ada yang berupa campuran. Diantara zat murni di atas ada yang tergolong senyawa kovalen, ada yang senyawa ion. Contoh senyawa kovalen adalah air, gula, cuka, alkohol, aseton, dan urea. Sedang yang tergolong senyawa ion adalah garam dapur, pemutih, kapur, gamping, soda kue, kaporit.

Nah, carilah bahan kimia lain yang belum tercantum pada contoh di atas dan kelompokkan bahan-bahan kimia tersebut seperti contoh di atas.

Friday, April 3, 2009

KIMIA ADA DIMANA-MANA

Semua yang ada di dunia terdiri atas zat-zat kimia. Zat adalah unsur atau senyawa yang masih dalam keadaan murni. Contoh dari unsur adalah besi, belerang, karbon, dan oksigen. Senyawa antara lain air, cuka, garam, dan alkohol. Di alam ini, zat yang kita dapatkan dalam keadaan murni, misalnya emas, belerang, gas mulia. Sulit bagi kita untuk mendapatkan bahan kimia yang masih murni dalam keadaan bebas di alam. Mayoritas bahan kimia di alam telah berupa campuran. Campuran dapat terdiri atas unsur dengan unsur, unsur dengan senyawa, senyawa dengan senyawa. Udara terdiri atas gas oksigen, gas nitrogen, gas karbon dioksida, uap air, debu halus, dan masih banyak lagi zat-zat lain, apalagi jika udara itu makin kotor.

Nah, bagaimana dengan tubuh kita? "Sandang, pangan, papan"? Semuanya kimia. Sering kita mendengar orang mengatakan, hati-hati dengan bahan kimia, pilih makanan yang tidak mengandung bahan kimia. Sedangkan semuanya kimia. Tentu maksud orang itu adalah hati-hati dengan bahan kimia sintetis, yaitu buatan manusia, pilihlah yang alami. Back to nature. It is correct? Apakah bahan kimia sintetis itu semuanya berbahaya? Kalau suatu industri memproduksi bahan kimia yang berbahaya, mengapa diijinkan ya?

Tidak mungkin industri diijinkan memproduksi bahan kimia yang berbahaya dan tanpa ada manfaatnya. Sejauh ini, produk-produk industri bermanfaat bagi kita, namun, keterbatasan penggunaan yang sangat harus diperhatikan. Misalnya, makanan tertentu baik untuk kita, namun tidak baik kalau kita berikan pada anak-anak. Suatu produk makanan dapat kita makan, namun nanti dulu, baca aturannya, apakah orang yang menderita suatu penyakit tertentu boleh ikut makan? Sama halnya dengan buah dan sayur yang alami. Ada buah atau sayur tertentu yang membuat penderita asam urat kesakitan.

Marilah kita cermati bahan makanan kita, baik alami maupun hasil olahan industri, untuk menuju hidup sehat. Dewasa ini banyak makanan olahan industri untuk anak-anak yang terlalu banyak mengandung zat aditif. Zat aditif adalah bahan kimia yang ditambahkan untuk menambah selera, namun umumnya tidak diperlukan tubuh. Semua industri sekarang sedang digalakkan untuk menerapkan program "Green Chemistry." Apakah arti "Green Chemistry"? Green Chemistry adalah penggunaan bahan-bahan kimia yang alami atau sintesis yang ramah lingkungan, tak beresiko bagi tubuh dan lingkungan. 


Kimia memang ada dimana-mana, bahkan tubuh kita saja adalah mesin kimia. Salahlah anggapan orang yang mengatakan hati-hati terhadap bahan kimia. Bahan kimia mayoritan sangat berperanan terhadap kehidupan kita. Hanya sebagian kecil saja bahan kimia yang bersifat racun. Namun jika kita memahami bahan kimia, dan mengetahui bahwa suatu bahan kimia itu bersifat racun atau akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan maupun kesehatan, mengapa orang banyak yang kurang memperhatikan hal itu? Jika terjadi sesuatu yang berdampak negatif, barulah orang mengatakan wah itu karena bahan kimia. Lagi-lagi, semua bahan kimia dianggap merusak kehidupan. Ayo kawan, kita terapkan "Green Chemistry", baik sebagai konsumen maupun produsen.